Rabu, 18 November 2015

TES PSIKOLOGI ONLINE


Dampak Positif dan negative Tes psikologi online
           POSITIF :
-Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja kapan saja dengan menggunakan      internet
-Bisa mencoba-coba beberapa kali tes tersebut atau tes yang lain nya
-Hasil tesnya pun langsung dapat diketahui tanpa harus menunggu waktu yang cukup   lama
-Efisien dan efektif. Dapat mempermudah pekerjaan psikolog dalam menskoring    hasil tes dengan adanya software untuk skoring hasil tes yang bersangkutan dan    hemat waktu (dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat).
-Dapat melakukan tes psikologi secara klasikal dengan software khusus alat tes    psikologi yang biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu.
-Dapat menerima surat lamaran/curriculum vitae (CV) dengan adanya email.
- Dapat lebih percaya diri karena sudah berlatih dan mempersiapkan diri sebelu tes tersebut dimulai.
-Dapat berlatih melalui contoh soal-soal yang disediakan oleh situs yang        menyediakan tes psikologi online.
-Dapat mengetahui berbagai jenis Contoh soal dalam tes psikologi.
-Bisa mencoba-coba beberapa kali tes tersebut atau tes yang lainnya
-Dapat melakukan wawancara melalui video call, jika interviewer (orang yang   diwawancara) dan interviewer (orang yang mewawancarai) tidak dapat bertatap   muka/bertemu secara langsung.
  
NEGATIF : 
- Kerahasiaan alat tes semakin terancam 
-  Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor
-  Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-   indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa    melihat aspek-aspek sperti observasi, wawancara dan hal-hal lain yang    mendukung data tersebut menjadi valid. Hal tersebut dapat mempengaruhi    orang-orang yang berprofesi sebagai tester (yang melakukan pemeriksaan    psikologis / alat- alat tes psikologi) karena lapangan pekerjaan mereka dapat    diambil alih oleh mesin-mesin yang diprogramkan untuk dapat melakukan tes-   tes psikologi secara online, karena penyajiannya secara cepat dan langsung    dapat diketahui hasilnya walaupun hasilnya kurang valid. 
-Banyaknya informasi yang diterima sering kali membuat kita kesulitan dalam   memilah prioritas dan menentukan kebenaran informasi tersebut. Bahkan tidak  jarang orang percaya begitu saja terhadap informasi yang diterimanya, tanpa  terlebih dahulu menyelidiki kebenaran dari informasi yang dia terima (Dewin,  2010).

Selasa, 03 November 2015

Goodreads Indonesia


BUKU DAN MEMBACA
“GOODREADS INDONESIA”

Goodreads Indonesia adalah sebuah grup di goodreads.com yang dibentuk tanggal 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani. Komunitas ini ditujukan untuk para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusikan buku-buku dan juga sebagai wadah untuk mengumpulkan buku-buku berbahasa Indonesia. Goodreads Indonesia (GRI) menjadi sebuah komunitas literasi di Indonesia yang memiliki 11,616 anggota online.
Goodreads Indonesia berusaha untuk selalu berperan aktif dalam dunia literasi di Indonesia. Goodreads Indonesia tidak mau berhenti hanya pada tahapan sebagai komunitas pembaca pasif. Komunitas ini berkehendak untuk menjadi komunitas pembaca aktif yang diwujudkan dalam pelbagai kegiatan baik kegiatan di dunia maya maupun di dunia nyata.
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, kita anggota Goodreads bisa meng-unduh ebook dari Goodreads. Sekarang fasilitas ebook di Goodreads dikembangkan tidak hanya bisa meng-unduh ebook tetapi kita bisa langsung membaca buku tersebut di Goodreads.
Bagi yang belum tahu, Goodreads adalah situs web katalog sosial daring (online social catalogue), lebih spesifiknya: katalog buku. Ada banyak katalog buku (lebih dari 78 juta) di Goodreads, baik buku lama maupun yang baru, dari berbagai judul, penulis dan penerbit dari berbagai belahan dunia. Jadi Anda bisa mengetahui buku berbagai macam buku di Goodreads, bagi yang suka mengikuti perkembangan buku baru lokal maupun internasional, cukup banyak buku baru yang bisa Anda ketahui di sana. Bagi yang suka membaca buku digital (e-book), Anda bisa membaca sebagian buku digital yang tersedia di Goodreads, baik yang hanya diperbolehkan dibaca secara online, maupun yang diperbolehkan diunduh ke media penyimpanan kita.
Di antara hal menarik lainnya di Goodreads adalah Anda dapat membuat suatu daftar buku apa saja yang sudah Anda baca, yang juga dilengkapi dengan adanya fitur pemberian review/resensi dan nilai. Anda juga dapat menginformasikan buku apa yang sedang Anda baca dan bagaimana prosesnya, ini sedikit mirip update status pada Facebook :D
Review/resensi buku tentang suatu buku berasal dari anggota-anggota Goodreads yang telah membaca buku tersebut dan meluangkan waktu menulis resensinya. Resensi ini sangat berguna, karena kita bisa sedikit banyak mengetahui tentang buku yang sedang dibahas, apakah buku tersebut dapat membuat kita tertarik atau tidak, dan juga bisa sedikit memperkirakan apakah buku itu bagus atau tidak menurut kita. Tentu apa yang ditulis oleh seseorang di suatu resensi bersifat relatif, karena bisa saja seseorang menganggap suatu buku itu bagus, tetapi orang lain menganggapnya tidak bagus, minimal itu bisa kita jadikan deksripsi awal tentang buku yang belum kita baca, juga bisa dijadikan sebagai perbandingan dengan resensi orang lain atau resensi yang akan kita buat sendiri nantinya.
Tidak semua orang sempat menulis resensi suatu buku, oleh karena itu sebagian anggota Goodreads merasa cukup dengan menilai buku tersebut, yaitu dengan memberi bintang yang skalanya mulai dari 1 sampai 5. Manfaat pemberian nilai tanpa memberikan ulasan memang tidak sebesar manfaat yang ada ulasannya, tapi minimal itu bisa kita jadikan informasi bagaimana rata-rata anggota Goodreads menilai buku tersebut, apakah lebih banyak yang menilainya sebagai buku bagus atau buku tidak bagus. Oh ya, jika Anda mau, Anda dapat bertanya kepada orang yang memberi nilai suatu buku, misalnya alasan kenapa memberi nilai jelek/bagus, yaitu dengan menanyakannya melalui komentar di bawah penilaiannya. Itu bisa menjadi pancingan supaya dia memberikan ulasan dan alasan penilaian buku tersebut.
Hal yang menarik lainnya adalah Anda juga bisa menjadi pustakawan Goodreads (Goodreads librarian), jika Anda mau dan jika Anda disetujui oleh Goodreads. Jika Anda menjadi pustakawan Goodreads, maka Anda bisa menambah data buku baru, edit data suatu buku, menggabungkan buku judul yang sama edisi yang berbeda, dan lain-lain. Tentunya untuk melakukan hal tersebut Anda diharuskan tahu buku tersebut, jangan sampai Anda memasukkan masukkan data yang keliru. Untuk mengetahui lebih banyak tentang pustakawan Goodreads, Anda dapat membaca pedoman pustakawan Goodreads yang berisi informasi dan peraturan pustakawan.
Sebagian buku yang sudah saya baca, sudah saya sempatkan menulis resensinya di Goodreads. Masih ada sebagian buku yang sudah baca tapi saya belum sempat menulis resensi, juga masih ada banyak buku yang belum saya baca dan mungkin akan saya baca suatu saat yang mungkin akan saya sempatkan menulis resensinya nanti. Untuk resensi yang sudah saya tulis, jika Anda tertarik ingin membacanya, Anda bisa membacanya dengan mengakses akun Goodreads saya. Dengan menulis resensi, selain untuk mengeluarkan pendapat saya tentang suatu buku, saya juga mengharapkan bahwa resensi yang saya tulis juga bisa bermanfaat untuk pembacanya, memberikan sedikit deskripsi tentang buku tersebut, apalagi jika dapat menjadi bahan pertimbangan pembaca resensi dalam membaca suatu buku. Sebagaimana saya mendapatkan manfaat dengan membaca resensi orang lain, saya juga ingin melakukan sesuatu yang semoga dapat bermanfaat untuk orang lain.

Kamis, 22 Oktober 2015

Penggunaan Internet Sebagai Media Sumber Literatur oleh Mahasiswa Program Magister


Penggunaan Internet Sebagai Media Sumber Literatur oleh Mahasiswa Program Magister: Pendekatan Model TAM (Technology Acceptance Model) yang Dimodifikasi


Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penentu penggunaan internet sebagai   media   sumber   literatur   oleh   mahasiswa   program   magister.   Penelitian   ini menggunakan  technology  acceptance  model  (TAM)  oleh  Davis  (1989)  yang  modifikasi dalam hal prediksi. Data dikumpulkan dari 181 mahasiswa program magister dari jurusan akuntansi Universitas Brawijaya dengan metode survei. Data dianalisis dengan menggunakan aplikasi Partial Least Square (PLS).
Kata Kunci : Technology Acceptance Model (TAM), persepsi kegunaan,persepsi kemudahan penggunaan,persepsi isi internet,personalitas keterbukaan,penggunaan internet,media sumber literatur.

PENDAHULUAN
Zaman modernisasi saat ini,penemuan berbagai macam teknologi telah mendorong perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Dimana setiap informasi yang ada didunia bisa didapatkan dalam waktu yang relative singkat. Penggunaan teknologi informasi ini sudah menjadi sangat popular disemua sector kehidupan,contohnya kalangan para pebisnis yang membutuhkan teknologi informasi demi tujuan pengambilan keputusan bisnis yang cepat. Jadi teknologi informasi ini dapat kita simpulkan sebagai teknologi yangdapat menyalurkan informasi kepada manusia dengan waktu yang relative singkat dan tepat.
Ogedebe (2012) menghubungkan penggunaan internet oleh mahasiswa dengan pencapaian indicator penilaian kumulatif (IPK). Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa ada sebesar 65% mahasiswa telah menggunakan internet sebagai media sumber literature. 79% mahasiswa juga meyakini bahwa penggunaan internet sebagai media sumber literature,akan meningkat performa akademik mereka. Tapi selain itu juga,sebesar 87% mahasiswa selalu mendapatkan informasi yang relevan dengan tugas kuliah yang mereka dapatkan.
Berdasarkan fenomena yang sudah dijelaskan,maka peneliti ingin menguji tentang factor-faktor yang dapat mempengaruhi mahasiswa dalam penggunaan internet sebagai media sumber literature dikalangan mahasiswa jurusan akutansi fakultas ekonomi dan bisnis.
Jenis pemelitian ini adalah penelitian replikasi dan pengembangan model TAM melalui penggabungan beberapa studi yaitu Alshare et al. persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan merupakan variable fundamental yang diciptakan oleh Davis (1989) untuk memprediksi penerimaan teknologi informasi.

LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Informasi dan Teknologi Informasi
          Gordon B. Davis (1985)mendefinisikan informasi sebagai data yang telat diolah menjadi bentuk yang lebih berarti dan berguna bagi penerimanya untuk mengambil keputusan masa kini maupun masa depan.
          Informasi Teknologi Association of Amarika (ITAA) mendefinisikan teknologi informasi adalah suatu studi,perancangan,pengembangan,implementasi,dukungan atau manajemen system informasi berbasis computer,khususnya aplikasi perangkat lunak yang berbasis computer.

Internet dalam dunia Edukasi
       Internet adalah jaringan yang menghubungkan sekitar datu juta jaringan computer dari bisnis,organisasi,lembaga pemerintah,dan sekolah diseluruh dunia dengan cepat,langsung dan hemat. Seluruh jaringan computer di internet saling berkomunikasi menggunakan standar protocol yang dikenal dengan sebutan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) yang merupakan cara standar untuk memaketkan dan mengalamatkan data computer (sinyal elektronik) sehingga data dapat dikirim ke computer terdekat atau keliling dunia dalam waktu yang relative cepat,tanpa rusak dan hilang.

TAM (Technology Acceptance Model)
          TAM atau biasa sering disebut sebagai Model Penerimaan Teknologi itu pertama kali di kenalkan oleh Fred D Davis pada tahun 1986. TAM adalah riset terpopuler untuk memprediksi penerimaan atau penggunaan teknologi informasi. TAM juga merupakan pengembangan atas teori yang terlebih dahulu sudah ada yaitu TRA (Theory of Reasoned Action) oleh Ajzen Fishbein (1975). TRA merupakan riset yang mampu menjelaskan tentang prediksi minat seseorang variable-variabel keperilakuan yang berbeda.

1.Kerangka Konseptual Penelitian
          Ada beberapa variable independen akan diuji di dalam penelitian ini yaitu anatara lain persepsi kegunaan,persepsi kemudahan penggunaan,persepsi isi internet,dan personalitas keterbukaan yang mempengaruhi penggunaan internet oleh mahasiswa S2 sebagai media sumber literature.

2.Hipotesis Pengaruh Persepsi Kegunaan Terhadap Penggunaan Internet
       Persepsi kegunaan didefinisikan ukuran seseorang mempercayai bahwa dengan menggunakan system tertentu akan membantu meningkatkan performa kinerjanya.Teknologi informasi yang digunakaan oleh Segrars (1993) adalah penerimaan teknologi email dan vmail. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Segars menyimpulkan bahwa tidak ada nilai absolute atas kedua konstruk tersebut jika digunakan dalam memprediksi penerimaan teknologi informasi yang berbeda.
          Berdasarkan hasil studi sebelumnya,peneliti merumuskan hipotesis alternative sebagai berrikut:
          H1 : persepsi kegunaan (Perceived Usefulness)berpengaruh signifikan positif terhadap penggunaan internet sebagai media sumber literature oleh manusia.

3.Hipotesis Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan Terhadap Penggunaan        Internet
       Pengertian dari konstruk persepsi kemudahan penggunaan adalah ukuran seseorang mempercayai bahwa tidak dibutuhkan usaha dalam memahami teknologi informasi tertentu.Penelitian yang dilakukan oleh Davis (1986),variaberl persepsi kemudahan penggunaan merupakan variable kedua setelah persepsi kegunaan yang juga merupakan variable fundamental dalam memprediksi penggunaan teknologi informasi.
          Berdasarkan hasil studi sebelumnya,penelitian merumuskan hipotesis alternative sebagai berikut :
          H2 : Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh signitifkan positif terhadap penggunaan internet sebagai media sumber literature oleh manusia.

4.Hipotesis Pengaruh Persepsi Isi Internet terhadap Penggunaan Internet
       Isi (Content) didefinisikan oleh Huizingh (2000) sebagai informasi,feature atau jasa yang ditawarkan dalam website. Persepsi atas isi (content) dapat diukur dari seberapa berkualitas informasi yang disajikan oleh internet. Kualitas informasi yang disajikan oleh internet merupakan ukuran untuk melihat persepsi seseorang mengambil keputusan dalam menggunakan internet. Persepsi isi internet merupakan salah satu variable yang ditambahkan dalam memprediksi penggunaan teknologi informasi yang berkaitan dengan internet.
          Berdasarkan hasil studi sebelumnya,peneliti merumuskan hipotesis alternative sebagai berikut :
          H3 : Persepsi isi internet berpengaruh signitifkan positif terhadap penggunaan internet sebagai media sumber literature oleh manusia.

5.Hipotesis Pengaruh Personalitas Keterbukaan terhadap Penggunaan Internet
       Keterbukaan (openness) adalah salah satu variable independent dari dimensi pengaruh personal dalam memprediksi penerimaan teknologi informasi yang digunakaan oleh Yoon et al (2012),Nov & Ye (2008) menyatakan bahwa didalam memprediksi penerimaan teknologi informmasii,sebaiknya peneliti juga memperhatikan personalitas individu.
          Berdasarkan hasil studi sebelumnya,peneliti merumuskan alternative sebagai berikut :
          H4 : Personalitas Keterbukaan (openness) berpengaruh positif terhadap penggunaan internet sebagai media sumber literature oleh mahasiswa.

METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
       populasi dan sampel penelitian ini adalah mahasiswa tingkat S2 jurusan akuntansi fakultas ekonomi yang menggunakan internet sebagai media sumber literature. Populasi yang tersedia didalam penelitian ini adalah sebesar 329 orang. Didalam penelitian ini,jumlah kuisioner yang akan disebarkan adalah 181 kueisioner.

Teknik Pengumpulan Data
       Teknik pengumpulan data didalam kueisioner ini adalah survey. Sedangkan jenis survey yang akan dilakukan oleh penelitian ini adalah jenis group survey. Sedangkan jenis survey yang akan dilakukan oleh penelitian ini adalah jenis group survey. Group survey dilakukan ditempat group berada.penelitian ini terdapat lima konstruk yang terdiri dari persepsi kegunaan,persepsi kemudahan penggunaan,persepsi isi internet,personalitas keterbukaan,penggunaan internet. Pengukuran keseluruhan indicator konstruk dalam penelitian ini menggunakan skala likert tujuh point mulai dari sangat tidak setuju (STS) sampai dengan setuju (SS).

Uji Model Pengukuran dan Model Struktural
          Pengujian hipotesis di dalam penelitian ini akan menggunaka analisis Partial Least Squares (PLS). PLS adalah teknik statistika multivariate yang melakukan pembandingan anatara variable dependen berganda dan variable independen.

Untuk menganalisis penelitian ini digunakan beberapa pengujian hipotesis dengan PLS,yaitu :
1.     Evaluasi Outer Model ( Model Pengukuran)
a.    Uji Validitas Konstruk
b.    Uji Reabilitas
2.    Evaluasi Inner Model (Model Struktural)


HASIL DAN PEMBAHASAN
          Responden di dalam penelitian ini terdiri dari para mahsiswa yang sedang menempuh program magister di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Peneliti memilih responden secara acak serta menggunakan metode pengumpulan data berupa survey dengan menyebarkan kuesioner yang telah berisi item-item pernyataan.peneliti membutuhkan waktu kurang lebih selama 14 hari dalam proses pengumpulan data tersebut. Kuesioner yang disebar dan telah terisi oleh responden berjumlah 181 buah. Jumlah tersebut sesuai dengan hasil minimum pehitungan rumus slovin dalam menentukan jumlah sampel dari populasi yang ada.
          Peneliti menyebarkan kuesioner dengan menggunakan dua cara yaitu melalui peneliti sendiri  dan melalui bantuan rekan ataupun saudara. Kedua cara ini memiliki tujuan akhir yang sama yakni kuesioner dapat diisi oleh responden yang berbeda. Metode penyebaran kuesioner menggunakan metode group survey.

KESIMPULAN DAN KETERBATASAN
          Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah pertama,penelitianini berhasil menggunakan permodelan TAM (Teknology Acceptance Model) yang dimodifikasi dalam konteks penerimaan internet dibidang edukasi. Kedua,penelitian ini dapat menjelaskan hubungan persepsi keguanaan,persepsi kemudahan penggunaan,persepsi isi internet,dan personalitas keterbukaan yang mempengaruhi atau tidak mempengaruhi penggunaan actual internet sebagai media sumber literature oleh mahasiswa. Ketiga,hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa persepsi kegunaan tidak berpengaruh signitifkan positif terhadap penggunaan internet sebagai media sumber literature mahasiswa. Sedangkan persepsi kemudahan penggunaan,persepsi isi internet,dan personalitas keterbukaan individu menunjukan pengaruh signitifkan positif terhadap penggunaan internet sebagai media sumber literature oleh mahasiswa.